Kompleksitas Pada Proses Perancangan Prototipe Alat Pemindah Masakan


Nova cantik Nova cantik Shared publicly - 17/02/2020 10:02

Kategori: Fakultas Teknik
Yeny Pusvyta1
Universitas IBA
Jl. Mayor Ruslan Palembang, 30113
E-mail : yeny_pusvyta@yahoo.com
 
Abstrak
Peluang dalam bidang perancangan dan pengembangan produk dapat terkendala pada kompleksnya pilihanpilihan. Beragamnya pilihan itu dapat berupa: metodologi, spesifikasi rancangan maupun pemilihan material, proses manufaktur dengan berbagai pertimbangan kebutuhan pemakai. Pada proses pemenuhan tujuan perancangan, ada tahapan proses yang harus dilalui untuk menyeleksi pilihan-pilihan tersebut sehingga mengkerucut sehingga menjadi spesifikasi sebuah prototipe. Semua itu sangat dipengaruhi oleh batasan-batasan dalam perancangan, yang pada akhirnya menentukan apakah produk hasil perancangan tersebut dapat dikategorikan sukses atau tidak ketika dilempar ke pasar. Berdasarkan perkembangan situasi dan perubahan gaya hidup yang menginginkan kepraktisan, industri kuliner mengalami pertumbuhan pesat. Fakta ini menginspirasi pemilihan topik penelitian yang membahas mengenai alat pemindah masakan. Metode yang digunakan untuk melakukan perancangan alat pemindah masakan adalah metode penelitian terapan yang merupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Data diambil dari hasil wawancara dengan salah seorang pengusaha makanan. Langkah awal yang digunakan adalah memberikan gambaran mengenai kompleksitas yang semuanya mempunyai kemungkinan untuk terpilih pada saat pertimbangan pemilihan spesifikasi. Kemudian memberikan batasan-batasan (constraint) yang menjadi alasan utama pada pemilihan rancangan. Langkah selanjutnya adalah perancangan konsep alat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi dalam memperbaiki kinerja yang ada dengan melakukan perancangan prototipe alat sehingga diperoleh hasil yang lebih aman, produktif, efektif dan efisien. Kompleksitas diasosiasikan dengan pemahaman dan pengaturan besar volume atau kuantitas informasi, sebanyak besarnya variasi informasi. Banyaknya informasi dan kompleksnya permasalahan pada desain dilakukan dengan membagi masalah tersebut menjadi sub-sub masalah atau dekomposisi masalah. Keberhasilan desain tergantung pada pemilihan metodologi serta perancangan konsep yang dilakukan serta sangat dipengaruhi oleh batasan-batasan dalam perancangan. Kecukupan informasi, baik dari segi kualitas dan kuantitas sangat signifikan pada saat melakukan pertimbangan pemilihan dalam aktivitas perancangan. Aktivitas perancangan dan pengembangan yang kurang dari segi informasi, dapat membuat perancang menetapkan asumsi ataupun melakukan penyederhanaan yang tidak harus dilakukan yang berdampak pada kualitas dan keefektifan rancangan. Berdasarkan hasil seleksi, maka variasi 2 mendapatkan nilai pembobotan yang lebih besar dan mempunyai kelayakan untuk dibuat prototipe.
 
Keywords: kompleksitas, batasan, data, perancangan, prototipe,

Download Data